Tuesday, May 27, 2003

'Manajemen itu Very Smart'

Kebodohan atau Kebohongan? (2-habis)


Manajemen bukanlah orang yang tidak mengerti bisnis. “Mereka adalah orang-orang yang smart. Very smart, malah. Karena mereka berpengalaman di bisnis ini selama 30 tahun.”

“Mereka juga tidak mungkin bohong, karena kelihatan dari sikap pro-aktif yang ditunjukkan selama ini muncul,” tambahnya. Lalu kalau bukan kebodohan dan bukan kebohongan, apa dong?

Saturday, April 12, 2003

Menjadi Kapitalis

Kepiawaian Bermain (2/habis)

Rambut perak acak-acakan, berkacamata bulat tebal, tak heran bila penampilan dan sikapnya sering digambarkan mirip seorang kakek-kakek. Dalam usianya yang menginjak kepala tujuh, ia memang seorang kakek.
Ia memilih tetap tinggal di rumah tua yang dibelinya 40 tahun silam. Ia juga suka menyantap burger atau steak untuk makan siang plus Coca Cola.

Friday, April 11, 2003

Main Sejak Usia 11 Tahun

Kepiawaian Bermain (1)


Dia adalah investor terbesar saat ini. Dengan kekayaan US$ 36 miliar. Kekayaannya itu diperoleh dari hasil main sejak berusia 11 tahun.

Thursday, April 10, 2003

Jangan Jadi Wall Street Fool

Kisah Dunia (2/habis)

Ia adalah legenda di jagad ini. Hanya sedikit yang mampu meraup untung, sekaligus rugi dalam jumlah jutaan atau miliaran dolar AS. Bukan hanya sekali dua kali, tetapi berkali-kali. Dan, ia tidak pernah menyalahkan pasar, melainkan opini. Ketika meraup untung atau rugi, ia sering berkata bahwa opini rekan-rekannya sering salah, bukan pasar. Karena pasar bergerak dengan caranya sendiri dalam arah yang berlawanan dengan opini mereka.

Wednesday, April 09, 2003

Akhir dari The Wall Street Wonder

Kisah Dunia (bagian I)

Tahun 1923, suatu hari di Chicago, Illionis, Amerika Serikat. Tepatnya di Edgewater Beach Hotel, delapan orang kaya dan paling terkenal di negeri Paman Sam itu berkumpul. Sebuah pertemuan paling mewah yang digelar para konglomerat dan orang paling berpengaruh dalam dunia bisnis di AS saat itu. Mereka adalah “raja” dalam bidangnya masing-masing.

Akhir dari The Wall Street Wonder

Kisah Dunia

Tahun 1923, suatu hari di Chicago, Illionis, Amerika Serikat. Tepatnya di Edgewater Beach Hotel, delapan orang kaya dan paling terkenal di negeri Paman Sam itu berkumpul. Sebuah pertemuan paling mewah yang digelar para konglomerat dan orang paling berpengaruh dalam dunia bisnis di AS saat itu. Mereka adalah “raja” dalam bidangnya masing-masing.

Thursday, March 20, 2003

Perang Menyelamatkan Dolar AS

Pada Januari 1999 lalu Euro lahir. Mata uang tunggal Eropa ini dibidani 12 negara anggotanya. Mereka adalah Belgia, Jerman, Yunani, Spanyol, Perancis, Irlandia, Italia, Luksemberg, Belanda, Austria, Portugal dan Finlandia. Inggris, Denmark, dan Swedia belum bergabung hingga kini. Kalau tiga negara ini masuk, jelas UE menjadi kekuatan ekonomi dunia baru, yang sangat berbagaya bagi eksistensi hegemoni AS dan dolarnya. Dengan penduduk 450 juta jiwa, PDB UE mencapai US$9,6 triliun, hampir sama dengan PDB AS (US$10,5 triliun) yang berpenduduk 280 juta.

Awalnya bayi Euro merambat, meski terseok-seok. Hingga akhirnya tersungkur dihajar tragedi Black September (911) menjadi US$0,82 atau turun 30 persen dibandingkan nilai saat dilahirankan. Setelah itu, Euro bangkit lagi, pekan lalu nilai Euro sudah bertengger di US$1,0752.

Sekarang gak tau deh...

Saturday, March 15, 2003

Setelah Lima Bulan

Setelah Lima Bulan Masih (akan Terus) Merana

Akhirnya ia berlalu dan kembali ke kiosnya untuk melayani beberapa tamu yang sedang melihat barang dagangannya berupa pakaian khas Bali. Pemuda itu mengaku sebagai pemilik kios ukuran tiga kali empat meter persegi di kawasan yang biasanya ramai dikunjungi turis, baik lokal maupun mancanegara. “Sepi!” katanya, sembari mendekat lagi.

Thursday, December 19, 2002

Ongkos Heli Cuma Rp 7.000 per Kilometer

Helikopter, Trend Baru Transportasi Eksekutif (2-habis)

Nyewa helikopter? Jam-jaman atau bulanan tetap saja mahal, karena biaya yang harus dikeluarkan minimal 2.000 dolar per hari. Kini, memang sedang ada yang berencana mendirikan perusahaan carter heli tidak dengan minimal utilisasi dua jam, melainkan dengan hitungan per enam menit. Biayanya pun sekitar 100 dolar AS per enam menit terbang atau 600 dolar AS per jam terbang. Padahal, kalau memiliki heli sendiri, biaya yang dikeluarkan cuma sekitar 150 dolar per jam terbang.

Tapi kenapa belum banyak top eksekutif dan pengusaha yang tertarik memiliki barang mewah bernama helikopter?

Wednesday, December 18, 2002

Helikopter sebagai Moda Transportasi Eksekutif (1)

Sewa Heli pun Masih Jarang

Mobil merek apa yang belum beredar di Indonesia? Bentley, Ferrari, Porsche, Jaguar yang harganya di atas satu miliar rupiah, sudah banyak berseliweran, khususnya di jalan-jalan protokol Jakarta. Di zaman krisis kayak gini, ternyata masih ada yang mampu membeli mobil mewah sekelas Ferarri seharga Rp3 miliar, bahkan Bentley seharga Rp6 miliar.

Buat seorang eksekutif atau pengusaha yang super sibuk, sangat membutuhkan kendaraan yang super nyaman dan aman. Tak peduli jalan macet, justru karena harus bermacet-macet ria itulah mereka butuh mobil yang oke banget. Macet sana, macet sini, dan banyak waktu habis di jalan adalah salah satu alasan para eksekutif butuh mobil yang super nyaman. Bayangkan saja, bila untuk jarak beberapa kilometer saja harus ditempuh dalam waktu satu jam lebih. Mana tahan?

Ya...ya...ya...

Thursday, September 19, 2002

Mendirikan Perusahaan di Cayman Islands (2-Habis)

Biayanya Cuma 2.500 Dolar AS

Pengusaha yang lama mangkal di Singapura, tak terkejut saat diinformasikan bahwa di Jakarta sekarang banyak bertebaran perusahaan jasa maupun kantor auditor dan pengacara yang menyediakan jasa konsultasi pendirian perusahaan di luar negeri (offshore company), baik di Cayman Islands atau British Virgin Islands (BVI).

“Itu mah dari dulu. Di Singapura, bahkan ada ratusan perusahaan konsultan semacam itu,” kata dia melalui telepon selulernya. Siapakan dia?

Tidak sulit mendirikan sebuah perusahaan di negara-negara yang menerapkan sistem bebas pajak semacam Cayman Islands atau BVI. “Nggak sampai seminggu sudah jadi perusahaannya. Gampang, asal kita mau saja,” kata dia.

Wednesday, September 18, 2002

Mendirikan Perusahaan di Cayman Islands (1)

Dari Indonesia yang Terbanyak

Hotel Grand Hyatt, lantai 22. Ada sebuah ruang Club Grand. Di salah satu pojok coffee shop itu, enam orang sedang asyik berbincang-bincang dalam bahasa Inggris. Diskusi sambil tertawa. “An offshore company is exempt from taxes…,” kata salah seorang peserta “diskusi” terbatas itu. Rekannya menimpali sekaligus menegaskan tentang pentingnya perusahaan maupun individu melakukan perlindungan terhadap aset dan kekayaannya. Bukan dengan cara melanggar peraturan perundang-undangan (hukum), tetapi dengan menyiasatinya.

Thursday, August 22, 2002

Hasil Audit Investigasi ............

Awalnya Kooperatif

Orang yang paling bertanggung jawab kini menguasai 44 persen. Namun, karena yang berjalan selama ini adalah angka, maka angka itulah yang dipakai.

Wednesday, August 21, 2002

Hasil Audit Investigasi

Kurang Serius, Tidak Tegas

HARI ini, 21 Agustus, tepat empat tahun hilang dari peredaran. Ribuan yang semula mengharap kini hanya bisa gigit jari.

Thursday, June 20, 2002

Calon Direksi Baru

Dielus Sejak Dua Tahun Lalu

Pada 20 Mei 2002, ia mengambil keputusan berani: berhenti sebagai Presiden Direktur. Tentu keputusan itu bukan tanpa dasar, apalagi hanya sekadar menghabiskan masa tua. Tapi mau kemana dia?

Wednesday, May 29, 2002

Skenario Pembayaran .........

Inilah perbincangan yang bakal menghiasi di masa-masa mendatang. Persoalannya menyangkut utang yang demikian besar.

Kalau punya duit, ceritanya tentu lain.

Tuesday, May 28, 2002

Skenario Pembayaran

Utang Jangan Biasakan

Beban pembayaran utang itu berarti .

Tuesday, April 23, 2002

Melongok dari Genting

Di Kepulauan Seribu sebenarnya marak dan hampir ada dimana-mana.

Wednesday, May 24, 2000

Aksi Berdasi

Dasi : Sejumlah nama terkenal memakai dasi. Bagaimana sepak terjang mereka?

Ada gula, ada semut. Pepatah lama ini rasanya cu-kup tepat untuk meng-gambarkan fenomena yang terjadi di sini.

Wednesday, March 22, 2000

Apa Kabar?

Ekonomi Nasional: Belum ada nasihat yang serius. Lalu tersiar kabar baik...,