Monday, May 15, 2006
Minyak
MINYAAK! Teriakan pengecer minyak tanah di gang-gang di Jakarta nyaris tak terdengar lagi. Banyak orang sudah beralih ke gas, barangkali. Tapi gerobak minyak masih berseliweran, dengan tenaga manusia atau sepeda motor. Suara gerobaknya khas, se-khas teriakan penjajanya. Minyaak!
Tuesday, May 09, 2006
Pertamax Plus Minus
WAKTU hujan sore-sore. Belasan anak bermain bola. Memanfaatkan lapangan parkir di belakang Rumah Sakit Agung, Manggarai, Jakarta. Bertelanjang dada, tak peduli hujan. Adu cepat, adu ketangkasan menggiring si kulit bundar. Lalu bersorak, berpelukan, dan mengacungkan kedua telunjuk meniru gaya Thiere Henry sehabis memasukkan bola ke gawang lawan. Gool...!
Ada kebanggaan buat si pencetak gol dan timnya. Sah-sah saja bila bermacam-macam cara mereka lakukan untuk merayakan sebuah gol. Belum tentu menang, memang. Tapi untuk sebuah hasil kerja sama tim, buah persaingan. Setelah melewati rintangan gelandang, back, dan kiper serta gawang yang berukuran dua meter dengan batas atas yang tergantung tinggi badan dan jangkauan kiper.
Ada sikut-sikutan, juga upaya menjegal. Pelanggaran yang masih bisa dimaafkan, meski tanpa wasit. Lawan pun menerima sambil ‘mengancam’ dengan gol balasan. Pelanggaran berat nyaris tak ada, kecuali bermain di lapangan parkir yang membuat pemilik kendaraan was-was. Selebihnya, adu keterampilan, tes fisik, dan uji nyali. Penonton, termasuk fans yang kalah pun legowo.
Terbayang saat mereka dewasa. Bermain bola di Gelora Bung Karno atau di ‘lapangan’ kehidupan lainnya. Saat belajar, mencari kerja, berkarier. Menjadi pemimpin atau pemilik perusahaan. Tak terdengar desis si Pulan menghadapi diskriminasi sejak melamar kerja, menerima upah, hingga menjalankan bisnis sendiri. Semoga, kelak ada lapangan buat mereka.
Di lapangan birokrasi dan politik, bahkan.
Ada kebanggaan buat si pencetak gol dan timnya. Sah-sah saja bila bermacam-macam cara mereka lakukan untuk merayakan sebuah gol. Belum tentu menang, memang. Tapi untuk sebuah hasil kerja sama tim, buah persaingan. Setelah melewati rintangan gelandang, back, dan kiper serta gawang yang berukuran dua meter dengan batas atas yang tergantung tinggi badan dan jangkauan kiper.
Ada sikut-sikutan, juga upaya menjegal. Pelanggaran yang masih bisa dimaafkan, meski tanpa wasit. Lawan pun menerima sambil ‘mengancam’ dengan gol balasan. Pelanggaran berat nyaris tak ada, kecuali bermain di lapangan parkir yang membuat pemilik kendaraan was-was. Selebihnya, adu keterampilan, tes fisik, dan uji nyali. Penonton, termasuk fans yang kalah pun legowo.
Terbayang saat mereka dewasa. Bermain bola di Gelora Bung Karno atau di ‘lapangan’ kehidupan lainnya. Saat belajar, mencari kerja, berkarier. Menjadi pemimpin atau pemilik perusahaan. Tak terdengar desis si Pulan menghadapi diskriminasi sejak melamar kerja, menerima upah, hingga menjalankan bisnis sendiri. Semoga, kelak ada lapangan buat mereka.
Di lapangan birokrasi dan politik, bahkan.
Tuesday, May 02, 2006
May Day... May Day...!
Kali ini, mereka tak lagi bisa berteriak. Giliran media massa menyambut dan menjadi corong. Televisi, radio, koran seperti berulang-ulang meneriakkan May Day... May Day...! Tapi dimana....
Tuesday, April 25, 2006
Belajar dari Sekolah
Jerapah sedang sial. Mendadak tuannya berkunjung ke sekolah yang ia pimpin. Pas hari libur. Pas sekolah itu belum dibersihkan. Kotor dan tak terawat.
Tuesday, April 18, 2006
Kesini, Oh!
Usianya masih belasan tahun, ketika tentara penjajah, Jepang, merekrut ribuan atau bahkan ratusan ribu remaja puteri pribumi untuk disekolahkan di Jepang atau Sonantho (Singapura). Kelak, mereka berguna bagi pembangunan negerinya. Tentara propaganda Jepang (Sendendu) minta para pangreh praja, mulai dari wedana, bupati, camat, lurah hingga RT untuk memberi contoh kepada rakyat.
Ada yang senang. Tidak sedikit yang terpaksa, tak kuasa menolak. Jabataan atau bahkan nyawa taruhannya.
Ada yang senang. Tidak sedikit yang terpaksa, tak kuasa menolak. Jabataan atau bahkan nyawa taruhannya.
Tuesday, April 11, 2006
Pemimpin Lewat
Suami ibu muda ragu melangkah. Surat rujukan dari Puskesmas dipegangnya erat-erat. Sesekali ia membayangkan Rumah Sakit yang bakal dituju dan kantongnya yang cekak. Anaknya yang baru berusia dua tahun dua bulan terkulai lemas dalam gendongannya.
Kecemasan atas derita anaknya menyapu keraguannya melangkah. Sesampai di rumah sakit, petugas menyatakan tak ada tempat. Bangsal penuh. Ia pulang dengan tetap memegang erat surat rujukan puskesmas dan menggendong Anaknya. Ia menggenapkan kasus serupa: gizi buruk akibat kemiskinan dan tertolak rumah sakit.
Tuesday, April 04, 2006
‘Persedongkolan’ Buruh
I like Monday. Apa boleh buat. Apalagi harus berangkat pagi. Sepeda motor harus bekerja lagi mengantar tuannya. Menyusuri lorong-lorong jalan yang terbentuk oleh deretan mobil, angkot dan bus serta truk. Seperti bersekongkol, tak sedikit pula yang bergerombol, nekat mengambil jalur berlawanan arah.
Ada perasaan kolektif dari pengendara roda dua. Sepanjang ada jalan yang bisa dilalui –dan selagi tak ada larangan dan petugas-- tak apa diterjang. Trotoar yang menjadi hak pejalan kaki, jembatan penyeberangan, menyenggol kaca spion mobil orang, atau bahkan menunggu lampu hijau selepas marka. Bagi mereka yang umumnya adalah karyawan, blue and white collar, berarti memulai aktivitas ‘lagi’ setelah libur panjang di akhir pekan.
Persekongkolan dan sejenisnya bukan cuma menyangkut perasaan. Ia juga bukan monopoli pengendara motor. Pun tidak melulu di jalan, melainkan bisa terjadi di pasar atau di kantor, di gedung pencakar langit, di departemen, di istana. Bahkan bisa antarinstansi, lintas partai politik.
Ada perasaan kolektif dari pengendara roda dua. Sepanjang ada jalan yang bisa dilalui –dan selagi tak ada larangan dan petugas-- tak apa diterjang. Trotoar yang menjadi hak pejalan kaki, jembatan penyeberangan, menyenggol kaca spion mobil orang, atau bahkan menunggu lampu hijau selepas marka. Bagi mereka yang umumnya adalah karyawan, blue and white collar, berarti memulai aktivitas ‘lagi’ setelah libur panjang di akhir pekan.
Persekongkolan dan sejenisnya bukan cuma menyangkut perasaan. Ia juga bukan monopoli pengendara motor. Pun tidak melulu di jalan, melainkan bisa terjadi di pasar atau di kantor, di gedung pencakar langit, di departemen, di istana. Bahkan bisa antarinstansi, lintas partai politik.
Tak Tertolong
Belasan moncong ikan menjulur ke pemukaan air di kolam depan rumah. Tak peduli tuannya tengah asyik dengan selembar brusor. Bak parade moncong, mereka berunjuk rasa. Ikan mas itu, sejatinya, tak menuntut mesin pompa air dihidupkan, melainkan hidupnya.
Menghidupkan mesin pompa air, berarti membantu kehidupan ikan. Kesenangan ikan berarti menjaga kesenangan si empunya. Masuk akal! Tapi selembar brusor yang diperoleh dari sebuah pameran buku itu mengganggu kesenangan ikan –dan si empunya-- siang itu.
Menghidupkan mesin pompa air, berarti membantu kehidupan ikan. Kesenangan ikan berarti menjaga kesenangan si empunya. Masuk akal! Tapi selembar brusor yang diperoleh dari sebuah pameran buku itu mengganggu kesenangan ikan –dan si empunya-- siang itu.
Tuesday, March 21, 2006
Hello, Moderen
Puluhan lembar tisu tak juga menghentikan aliran air dari lubang hidung. Bersin tak pula bisa reda, meski badan telah diselimuti kemul tebal. Niat menyaksikan konser tak kesampaian. Padahal pas masuk gratis sudah tersedia.
Wednesday, March 15, 2006
Ekonomi Ungu Violet
Lagi seorang fotografer, termenung sendiri. Ia memikirkan yang ramah dan penuh senyum sambil menyodorkan tiket bus. Bola matanya yang berbinar, tinggi lumayan, dan senyumnya membuat orang tak berkedip. Langkahnya seperti berjinjit, berlenggak-lenggok, dan mantap menapaki catwalk. Pongah di hadapan puluhan pasang mata pria dan wanita.
Tuesday, March 07, 2006
Pengemis Bermangkuk Emas
Sedan mewah itu terpaksa mengerem mendadak di perempatan Tomang. Traffic light baru saja berganti kuning. Belum merah. Biasa. Sopir-sopir yang biasa lewat di situ, pasti tahu. Daripada kena semprit, mending berhenti semasa kuning. Menunda waktu perjalanan barang 10 menit tak apalah, daripada mengemis agar tak ditilang polisi
Friday, March 03, 2006
Buruh pun Tahu
Asap rokok berbaur menemani canda dan tawa. Di dalam sebuah angkutan kota, angkot. Dari baju seragam yang mereka kenakan, tertulis nama sebuah pabrik. Lupa beban hidup yang menggunung. Abai dengan orang lain se-angkot, pelajar dan ibu-ibu, yang mengibaskan tangan sambil membuka jendela lebar-lebar, menghalau asap.
Yang penting happy. Saking gembiranya, mereka lupa, tempat penghentian yang dituju sudah terlewat. Mereka sontak, kompak berteriak, “Stop!” Lalu masing-masing mengeluarkan uang seribuan. Mereka bergabung dengan rekan sekerja lain yang berjalan kaki, bergerombol menuju pintu gerbang pabrik.
Yang penting happy. Saking gembiranya, mereka lupa, tempat penghentian yang dituju sudah terlewat. Mereka sontak, kompak berteriak, “Stop!” Lalu masing-masing mengeluarkan uang seribuan. Mereka bergabung dengan rekan sekerja lain yang berjalan kaki, bergerombol menuju pintu gerbang pabrik.
Tuesday, February 21, 2006
Sadar juga!
Tega nian! Tapi kemudian ia berbisik, atau ada tujuan lain. Berebut. Pemenangnya bisa dipastikan asing.
Nah! sadar juga, ternyata.
Nah! sadar juga, ternyata.
Monday, February 20, 2006
Premanisasi
Di jalan-jalan, di pasar, di warung-warung, di tempat-tempat nongkrong, kalimat sejenis sering kita jumpai. “Itu bukan urusan gue. Elo urus aja sendiri.” Bahkan, kalimat dengan nada mengancam pun ada, semisal, “Emang elo mau apa!”
Tuesday, February 07, 2006
Logika BUMN
Suara sumbang itu makin parau didendangkan. Memercayainya identik dengan tertulari logika idiot atau logika keledai dalam menangani perusahaan plat merah.
Friday, February 03, 2006
Korban Lagi
Tiba-tiba isu formalin menggelegar. Ia menghantam bisnis makanan dan minuman yang ditekuni banyak orang.
Tuesday, January 24, 2006
Teman Kabur
Inilah cara gampang membuat kabur para tersangka, terdakwa, maupun terpidana kasus-kasus hukum. Kabur dalam arti melarikan diri atau kabur dalam arti buram atau tidak jelas sepanjang proses peradilannya. Mulai dari proses pemeriksaan, penyelidikan, penyidikan di kejaksaan atau kepolisian. Dakwaan jaksa penuntut umum yang dibuat lemah, vonis hakim yang tidak memenuhi rasa keadilan, kasus dipeti-eskan atau mendapat surat perintah penghentian penyidikan (SP3) hingga kasus yang tidak diproses-proses.
Wednesday, January 18, 2006
Proposal Utang
HARI INI, beberapa pemegang kartu kredit pasti telah menerima Catalog belanja. Segala macam barang ditawarkan berikut harga dan besaran cicilan yang disesuaikan dengan jangka waktunya. Ada juga iming-iming tanpa bunga. Intinya, pemegang kartu kredit diajak belanja, berutang.
Sepekan terakhir ini, mereka juga sibuk menerima tamu dari Jepang, Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), dan entah dari mana lagi. Yang dibicarakan seputar rencana pinjaman baru pada tahun ini yang akan dibahas dalam pertemuan yang dijadwalkan berlangsung Maret 2006.
Sepekan terakhir ini, mereka juga sibuk menerima tamu dari Jepang, Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), dan entah dari mana lagi. Yang dibicarakan seputar rencana pinjaman baru pada tahun ini yang akan dibahas dalam pertemuan yang dijadwalkan berlangsung Maret 2006.
Friday, January 13, 2006
Demang
Profesor ekonom senior miris dengan bencana alam yang terjadi belakangan ini, yang merenggut ratusan jiwa itu. “Dulu juga ada bencana alam, tetapi tidak sebanyak ini." kata dia.
Tuesday, January 03, 2006
Kesunyian Ia
Ia merasa sunyi, sendiri dalam ‘perang’-nya. Musuhnya yang bernama korupsi malah memiliki segerombolan kawan, segudang kapital, segunung dukungan politik dan kekuatan yang siap melancarkan serangan balik.
Serangan balik itu dilancarkan manakala mengusik kepentingannya, orang-orangnya, dan/atau kelompoknya. Serangan balik itu bisa berupa pernyataan atau tindakan. Ia bisa ditujukan kepada institusi pemberantasan korupsi, atau bahkan kepada personalnya.
Serangan balik itu dilancarkan manakala mengusik kepentingannya, orang-orangnya, dan/atau kelompoknya. Serangan balik itu bisa berupa pernyataan atau tindakan. Ia bisa ditujukan kepada institusi pemberantasan korupsi, atau bahkan kepada personalnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
